Monday, May 9, 2011

Rekening BSM

Alhamdulillah, mulai bulan Mei telah diberlakukan rekening santri, termasuk santri Abdurrahman. Ada beberapa santri yang belum mendapatkan nomor rekening. Insya Allah menyusul. Teknis pengambilan uang, dilaksanakan setiap hari Kamis di depan masjid tholib, tepatnya di ruasng PSB. Bagi orang tua yang akan mengirim uang jajan bisa dikirim ke nomor putranya (Bank Syariah Mandiri). Untuk memudahkan pembuatan rekening, yayasan memutuskan atas nama wali asrama QQ nama santri. Kedepan insya Allah akan dilengkapi dengan kartu ATM yang ada foto santri dan bar kode yang juga berfungsi sebagai ID Card. Berikut nomor rekening santri Abdurrahman, semoga bisa berjalan lancar.
3740010138 Edy W, S.Pd QQ Afid N
3,740,009,984 Edy W, S.Pd QQ A Fachim
3,740,010,124 Edy W, S.Pd QQ Andika D
3,740,010,111 Edy W, S.Pd QQ Aufa Rizky
3,740,010,018 Edy W, S.Pd QQ Avicenna
3,740,010,141 Edy W, S.Pd QQ Azmi Abdul
3,740,010,155 Edy W, S.Pd QQ Dzikra R P
3,740,010,021 Edy W, S.Pd QQ Dzulqarnain
3,740,010,169 Edy W, S.Pd QQ Fadhil N
3,740,010,172 Edy W, S.Pd QQ Ferdio G
3,740,010,035 Edy W, S.Pd QQ Ilham F A
3,740,009,971 Edy W, S.Pd QQ Iamail S A
3,740,010,049 Edy W, S.Pd QQ Kautsar A
3,740,010,213 Edy W, S.Pd QQ Lazuardi F
3,740,010,258 Edy W, S.Pd QQ M Bagas S
3,740,010,261 Edy W, S.Pd QQ M Dwi Eka P
3,740,010,107 Edy W, S.Pd QQ M Emir Y
3,740,010,083 Edy W, S.Pd QQ M Farul A
3,740,010,097 Edy W, S.Pd QQ M Fiqri R
3,740,010,231 Edy W, S.Pd QQ M Ilham F
3,740,010,275 Edy W, S.Pd QQ M Jundissam
3,740,010,244 Edy W, S.Pd QQ M Khalif A
3,740,010,070 Edy W, S.Pd QQ M Parsamard
3,740,010,289 Edy W, S.Pd QQ M Said A
3,740,010,293 Edy W, S.Pd QQ M wahyu P
3,740,010,302 Edy W, S.Pd QQ Raka P P
3,740,010,066 Edy W, S.Pd QQ Sulthan R F
3,740,010,052 Edy W, S.Pd QQ Yusuf Raiha

Rihlah ke Pantai




Minggu pagi tanggal 2 Mei 2011 hujan rintik rintik tidak menyurutkan santri untuk mengikuti kegiatan asrama ke pantai Karang Suraga, Anyer. Ada beberapa kegiatan selama di pantai, pertama santri diminta untuk menaburkan pasir membentuk gundukan pasir sehingga membentuk kerucut. Semakin tinggi kerucut ternyata bagian alasnya semakin melebar, namun kemiringannya selalu tetap. Hal ini dapat diambil pelajaran bahwa ketika pasir dalam kondisi kritis, posisi butir butir pasir dapat menyesuaiakan untuk mencapai kestabilan. Pada kondisi kritis, biasanya akan muncul tenaga yang hebat yang tidak terbayangkan semula. Sebaliknya kalau kita merasa nyaman dan cukup dengan kondisi saat ini maka motivasi kita akan melemah. Misalnya kita merasa puas dengan nilai Matematika 6,0 dan merasa tenang maka tidak ada upaya untuk mendapatkan nilai yang lebih besar dari 6,0. Sebagai contoh misalnya, ketika kita dikejar anjing maka tanpa kita sadari lari kita akan semakin cepat. Pelajaran yang bisa diambil, agar kita tidak merasa nyaman (cukup) dengan kondisi saat ini, pasanglah target yang tinggi seahingga muncul motivasi untuk mencapainya.
Permainan kedua di pantai adalah dengan membuat simpul dan diikat ke masing masing tangan anak, lalu dihubungkan satu sama lain. kemudian diberikan kompetisi dimulai, siapa yang bisa melepas ikatan paling cepat.
Selanjutnya diadakan joga tarik tambang di pantai. Seru banget melihat santri cukup antusias.
Terakhir mandi bebas di pantai. Melihat gelombang pantai yang cukup tinggi, kami khawatir juga, namun menggunakan ban dan bergerombol saling pegangan sehingga asyik juga ketika ombak datang, terangkat bersamana sama. Apalagi saat itu awan tebal dan diselinggi hujan deras membuat jarak pandang menjadi berkurang.
Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.

Monday, April 18, 2011

Penilaian Santri Bulan Februari 2010


Sesuai dengan hasil penilaian kamar dan data dari masjid, bahwa pada bulan Februari Kmar terapi adalah kamar 6, kamar terajin piket kamar 8. Sedangkan pada penilaian perorangan, santri terajin dan paling awal mandi pagi adalah Fadhil Nur Ihsan, sementara santri paling rajin ke masjid adalah M. Jundiss.

Monday, April 11, 2011

Makan Bareng



Sebulan sekali kami memprogramkan makan bareng, selain menu harian dari dapur. Saat saat seperti ini kita gunakan untuk menambah keakraban seluruh warga abdurrahman. Bulan Februari menunya jagung rebus, Bulan Maret kelapa muda hasil kebun, sedangkan bulan April ditiadakan karena alokasi dana telah disumbangkan pada kegiatan pramuka acara ke pantai yang terlaksana minggu kemarin.

Evaluasi Maret 2011

Mengendalikan 43 santri bukan perkara yang mudah walaupun hanya menyuruh santri melaksanakan perkara yang terlihat remeh temeh. Misalnya program bulan Januari untuk selalu merapikan baju, buku dan peralatan masing sampai sekarang belum berhasil. Ada saja yang masih berserakan di kamar. Pernah suatu hari saya kumpkan seluruh piring dan gelas yang belum sempat di cuci saya ambil dan saya cuci sendiri. Hari ini kotak infak yang ada di teras depan terisi banyak pecahan ribuan, karena santri diminta untuk berinfak 2 ribu rupiah saat mengambil barangnya. Namun ini hanya berjalan sekali saja.
Bulan Maret fokus santri asrama Abdurrahman adalah tepat waktu ke masjid dan sekolah. Evaluasi awal Maret ini tingkat keterlaksanaannya masih kurang. Selama ini kami jarang menghukum santri, tetapi selalu saya ingatkan agar merka melaksanakan sesuatu dengan kesadaran.
Untuk sholat berjamaah di masjid memang kami agak ketat. Ketika ketahuan santri tidak sholat di masjid kami paksa untuk berangkat walaupun jamaah di masjid sudah bubar. Awalnya santri malu berpasan dengan temannya yang pulang dari masjid' tapi lama lama biasa biasa saja. Akhirnya stategi yang kami laksanakan saat ini, selain berangkat ke masjid juga harus membaca alquran di teras asrama sebelum kembali ke kamar. Waullahu 'alam, dengan caara apa lagi kalau ini belum berhasil.

Renungan gempa di Jepang

Beberapa waktu lalu, kami mendapat info dari ust. Idris tentang cerita dari alumni Nurul Fikri yang saat ini sedang kuliah di Jepang via email. Saat itu belia berada kira kira 200 km dari tsunami dan 300 km dari reaktor . Pada saat itu kebelutan beliau bersama teman temannya yang kebanyakan orang asli Jepang sedang kuliah di kampus yang lokasinya di lantai 9, sehingga akibat gempa hebat yang dirasakan selama 30 detik membuatnya panik. Sesaat gempa terhenti, beliau lari menuju pintu darurat untuk turun. Namun langkahnya terhenti ketika menengok ke belakang tidak ada yang mengikutinya kecuali satu orang temannya orang Indonesia. Apa rahasianya? Singkat cerita, sikap orang Jepang adalah taat pada pimpinan. Ketika belum ada intruksi dari penanggungjawab gedung, maka mereka tetap berada ditempatnya dengan tenang. Sehingga tidak terlihat suasana yang kacau karena pintu darurat lengang, tidak ada desak desakan untuk keluar lebih cepat. Apa mungkin mereka yakin bahwa mereka merasa aman dengan konstruksi gedung yang aman terhadap gempa? Apa mungkin mereka yakin tidak ada gunanya turun rame rame? Selain gedungnya tinggi, perlu waktu untuk turun, bisa jadi ketika dibawah tidak ada jaminan selamat karena antar gedung jarangnya berdekatan, tidak ada lapangan luas seperti di Nurul Fikri.
Yang bisa kita ambil pelajaran, ke-stiqohan kepada pimpinan dan ketenangannya dalam menghadapi kondisi sulit patut kita apresiasi. Kadang kita yang mengaku ummat Rasulullah SAW, masih suka tidak tenang dalam menghadapi masalah. Bukankah terburu buru itu pekerjaan setan? Wullahu 'alam.

Wednesday, April 6, 2011

Tanggungjawab siapa pendidikan anak?


Pendidikan anak pada dasarnya adalah tanggung jawab orang tua, namun dengan kesibukan dan berbagai alasan tanggung jawab ini dilimpahkan pada lembaga pendidikan atau pesantren. Artinya sebagian tanggungjawab ini diserahkan kepada lembaga pendidikan atau pesantren, bukan berarti orang tua dapat melepaskan tanggungjawab sepenuhnya kepada lembaga tersebut.
Yang menjadi pertanyaan, “jika anak mengalami masalah siapa yang harus mencari solusinya?”
Pendidikan keluarga sejak kecil memberikan pengaruh yang sangat besar ketika anak menginjak masa remaja. Pembentukan karakter secara dini keluarga dengan baik, maka ketika anak tersebut menginjak masa remaja akan mudah untuk diarahkan. Pembiasaan di keluarga akan mewarnai karakter anak di masa mendatang. Ketika anak ditipkan ke lembaga pendidikan/pesantren/boarding school, pendidikan keluarga menjadi modal dasar untuk membentuk kemandirian anak.
Tidak sedikit orang tua dan guru mengeluh karena sulit mengendalikan anak. Apa penyebabnya hal ini terjadi? Penyebab utama adalah anak kita sudah kena tipudaya setan sebagai musuh utama manusia. Rasulullah SAW sudah memberikan arahan bagaimana cara menyiapkan generasi Robbani . Penyiapan dimulai sejak orang tua memilih pasangan hidupnya (tentunya yang shalih/shalihah), kemudian ketika seorang bapak akan menanamkan benih di rahim sang istri, kita dianjurkan membaca doa, sehingga ketika menjadi bayi insya Allah tidak akan diganggu oleh setan. Pendidikan orang tua diteruskan ketika anak yang masih di dalam rahim. Godaan setan sudah dimulai ketia anak akan dilahirkan ke muka bumi. Sesuai dengan sabda Rasulullah, “Tidak ada seorang anak Adam yang lahir menangis karena pegangan setan, kecuali Maryam dan anaknya”. Dalam QS Ali Imron : 36 yang artinya “Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak anak keturunannya kepada Engkau daripada setan yang terkutuk”.
Untuk menghindari godaan setan setelah lahir, rasulullah menyunahkan untuk melafazkan adzan di telinga anak.
Jadi pendidikan dini di keluarga sangat menentukan karakter anak di masa mendatang. Sehingga ketika anak tersebut dititipkan di lembaga pendidikan/pesantren, orang tua tidak bisa melepaskan seluruh tanggungjawabnya. Artinya kita sama sama bertangungjawab kelangsungan pendidikan anak. Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan antara orang tua dan guru/lembaga, namun jika keduanya bersatu padu bekerja sama mencari solusi, insya Allah anak anak kita akan menjadi generasi robbani. Semoga Allah meridhoinya. Waullahu 'alam.